Sabtu, 23 Januari 2010

CERPEN "PANTAI KUTA"



PANTAI KUTA

Sebuah album foto yang bertulis “Di Ujung Duniaku” di sampul depannya,adalah milik seorang fotografer muda,Rifky namanya.Dia seorang pemuda pada umumnya yang memiliki ambisi,hasrat,dan rasa untuk memiliki seseorang.Di album inilah ia menyimpan semua karya-karyanya beserta semua kenangan bersama seorang gadis yang pernah mengisi relung hatinya,namanya adalah Savira.Dialah kenangan Rifky sekaligus cinta pertamanya.Namun kini dia telah pergi meninggalkan semua kenangannya di dunia ini.Tapi hal itu tidak akan menyurutkan ambisi Rifky untuk menjadi seorang fotografer profesional,karena hal itu juga merupakan harapan Savira yang terakhir.

Romeo dan Juliet “Eh,,bukan”tapi Rifky dan Savira.Mereka bertemu di kapal pesiar yang tengah mengadakan jalan-jalan dalam rangka acara launching perdana kapal pesiar EXSANTA.Rifky ikut dalam ekspedisi itu dengan tujuan melatih keahliannya dalam memotret dengan objek yang berbeda,karena ekspedisi ini merupakan tantangan untuk Rifky.Dan di situ pulalah Savira berada.Savira mengikuti ekspedisi ini hanya untuk hiburan,ya bisa dikatakan tamasya laut Karena Savira ingin menikmati hidupnya yang tinggal sebentar lagi di dunia ini karena dokter telah memvonisnya,bahwa dia mengidap peyakit kanker darah(Leukimia).

Start ekspedisi adalah Pulau Bali,jadi Rifky harus meninggalkan Jakarta dan menuju Pulau Dewata(bali).Sesampainya ia di Pulau Dewata itu,ia segera menuju kapal pesiar itu agar dia bisa berstirahat dulu sebelum memulai petualangannya.

“Oh maaf,nona?saya tidak sengaja,apa ada yang bisa saya Bantu?”tanya Rifky.

“Oh,tidak apa,saya juga minta maaf karena telah menghalangi jalan anda”jawab Savira.

“Ini barang-barang anda”sahut Rifky menberikan barang-barang yang telah berjatuhan sambil memandangi wajah Savira.

“Terima kasih,permisi”,sahut Savira.

“Ya silahkan.”jawab Rifky sambil terus memandagi Savira yang telah beranjak pergi menuju kapal.

“Wow…she is perfect.”Gumam Rifky yang masih terkagum-kagum dengan kecantikan Savira.

“Ah…..h…..h kalau aku begini terus bisa-bisa aku gak jadi istirahat.”gumam Rifky waktu sudah tersadar dari rasa kagumnya terhadap Savira.Dia pun kembali berjalan menuju kapal .

Malampun tiba kapal pun telah berlayar memulai ekspedisinya menuju Australia.Rifkypun telah bangun dari tidurnya.

“Agkhh……saatnya untuk menikmati malam di atas kapal.”ucap Rifky.Rifky pu keluar berjalan-jalan menuju dek atas.Dia melihat sekeliling kapal,Rifky mendengar suara musik,dan ternyata para penumpang kapal mengadakan acara dansa.disana para penumpang kapal saling menari-nari dengan genbira karena untuk mengisi hari-hari mereka di atas kapal.Rifkypun turut bergabung dengan mereka,dan tak lupa memotret mereka semua.

Akhirnya Rifky pun capek,dia ingin duduk sambil menikmati minuman yang telah ia pesan.Rifky membidikka kameranya keseluruh arah untuk menentukan objek mana yang akan dipotret dan bidikannya pun jatuh pada sesosok gadis yang duduk sendirian sambil menikmati musik dansa.

Rifky ingat kalu itu adalah gadis yang ia tabrak tadi saat mau naik kapal.Rifky pun menghampirinya

“Hey boleh kan duduk disini.”sapa Rifky

“Eh,,,anda yang tadi………..oh ya silahkan duduk.”jawab Savira dengan mempersilahkan Rifky duduk.

“Sendirian saja?”tanya Rifky.

“Iya”jawab Savira singkat

“Bagaimana dengan anda sendiri?”tanya Savira balik.

“Jangan panggil aku dengan anda,tapi panggil saja aku dengan nama.Namaku Rifky,panggil saja aku Rifky.Dan untuk saat ini aku tidak sendiri,karena aku disini duduk dengan seorang gadis yang cantik.Oh,ya bagaimana dengan nama anda sendiri?”tanya Rifky sambil mengulurkan tangan mengajak untuk berjabat tangan.

“Nama ku Savira”jawab Savira.

“Mau berdansa?”ajak Rifky.

“Oh,,,,tidak makasih.”jawab Savira.

Dan mereka pun larut dalam pembicaraan yang panjang.Sampai akhirnya sudah larut malam.Akhirnya mereka pun berpisah,masing-masing berjalan menuju kamar.

Keesokan harinya ,Rifky bangun pagi kemudian ia membereskan tempat tidurnya.Setelah itu ia melihat keluar.Ia merasa bahwa pagi itu sangat cerah sehingga ia memutuskan untuk berjalan-jalan sambil menambah koleksi-koleksi foto-fotonya.Rifky melihat sekeliling.Pemandangannya begitu indah,tapi yang paling indah adalah seorang gadis berdiri menikmati udara pagi dengan rambut panjang tergerai,Rifky menghampirinya lalu menyapanya.

“Hai,Savira.Apa kabar?”Bagaimana keadaanmu?”tanya Rifky.

“Hai Rifky,kamu mengagetkan aku saja.”jawab Savira.

“Sorry kalau aku tadi membuatmu kaget,tapi bukan maksudku mengagetkanmu.”sahut Rifky.

“Oh,tak apa-apa.”sahut Savira.

“Eh,kamu bawa kamera.kamu seorang fotografer ya?”tanya Savira.

“Oh,ini cuma iseng aja.belum mahir benar.”jawab Rifky.

“Boleh dong!Kalau aku minta dipotret.”tawar Savira.

“Boleh,kamu mau berapa foto?”sambung Rifky.

“Ah,nggak usah aku cuma bercanda.”sahut Savira.

“Ah,,tak apa-apa.Nanti juga aku potret kok.”rayu Rifky.

Mereka pun berbincang-bincang.Kemudian keduanya kembali ke kamar masing-masing untuk melanjutkan acara yang telah di program oleh staf kapal.

Setelah berlayar beberapa hari di Australia kapal itu pun berlayar kembali ke Indonesia tepatnya berlabuh di Pulau Dewata kembali.Selama perjalanan dari Indonesia ke Australia dan kembali lagi ke Indonesia ,Rifky dan Savira semakin dekat dan akrab,karena hampir setiap hari mereka mengobrol,bercanda dan bersenang-senang.Hal itu membuat Savira melupakan sejenak masalah yang dialami soal penyakitnya,karena Savira merasa bahagia tanpa beban di dekat Rifky.

Setelah sampai di Pulau Dewata,Rifky dan Savira masih sering bertemu.hingga akhirnya Rifky tidak bisa lagi membendung perasaanya terhadap Savira.Rifky memanfaatkan kesempatan yang semakin dekat dengan Savira dengan mengajak Savira berjalan-jalan ke pantai.

Di pantailah,Rifky memberanikan dirinya untuk menyatakan perasaanya kepada Savira.mereka duduk berdua di tepi pantai Kuta,sampai menunggu untuk menikmati matahari tenggelam.

“Savira,bolehkah aku menyatakan sesuatu padamu?”tanya Rifky.

“Boleh,,,katakanlah”jawab Savira.

“Savira,sejak pertama kali kita bertemu di dermaga,saat bertabrakan itu aku merasa bahwa aku menyukaimu.hingga aku buktikan bahwa perasaanku ke kamu benar-benar cinta.Dan sekaranglah saat yang tepat untuk mengatakannya.”ucap Rifky.

Savira terkejut sambil memandang wajah Rifky.”Benarkah,apa yang kau katakan?”tanya Savira dengan nada terharu sampai-sampai ia tak bisa membendung air matanya lagi.

“Bagaimana perasaanmu terhadap ku?”tanya Rifky.

“Aku tak bisa bohong kalau aku juga sayang kamu,tapi mungkin kamu akan menyesal telah mengenalku,karena……….”sahut Savira,namun kata-katanya tiba-tiba terhenti.

“Karena apa?”desak Rifky.

“Karena aku mengidap penyakit leukemia yang hidupku tidak lama lagi.Dokter tadi pagi menelpon,mengabariku bahwa penyakitku semakin parah dan mungkin tidak akan bertahan lama,jadi umurku saat ini singkat.makannya aku mengikuti ekspedisi ini,untuk menikmati hidupku sekali lagi.Tapi aku sangat berterimakasih sama kamu bahwa aku masih bisa mencintai seseorang yang aku cintai dan duduk berdua seperti saat ini walaupun sangat singkat.”

“Kamu jangan bilang seperti itu Savira,karena kamu masih bisa untuk bertahan dan melawan penyakitmu itu.”sahut Rifky.

“Terimakasih atas penghiburanmu.”jawab Savira.

Rifky mengalihkan pembicaraan dengan menunjuk matahari terbenam dan menawarkan kepada Savira untuk memotretnya.Savira menyetujuinya.Rifky pun mulai mengarahkan bidiknya ke arah matahari dan pada saat yang bersamaan Rifky menjepretkan kameranya.

Savira pun menghembuskan nafas terakhirnya.***

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar